Chapter 2 - Kartu Perpustakaan dan Deg-Degan Tidak Wajar
Pagi di kelas X-3 berjalan seperti biasa: bising, ramai, dan penuh drama kecil khas anak SMA. Tapi bagi Rena, pagi itu terasa seperti mimpi buruk yang belum selesai.
Ia duduk di bangku paling tengah dengan wajah yang masih panas menahan malu. Teman sebangkunya, Dita, menatapnya dengan ekspresi penuh tanda tanya.
“Ren, kenapa mukamu kayak tomat gitu?”
“Jangan tanya…” Rena menghembuskan napas panjang, memejamkan mata. “Aku baru saja menabrak… Arvan.”
Dita langsung menjerit kecil. “APA?! Kamu nabrak Arvan??? Arvan yang itu???”
“Jangan keras-keras! Aku sudah cukup malu,” Rena buru-buru menutup mulut temannya.
Belum sempat Rena menenangkan diri, pintu kelas kembali terbuka. Sosok tinggi dengan seragam rapi masuk sambil mengetuk-ngetuk pintu.
Seluruh kelas langsung hening. Bahkan nyamuk lewat pun mungkin bisa terdengar.
Arvan.
Ia berjalan masuk dengan senyum sopan. “Permisi, saya mau mengembalikan ini.”
Rena membatu.
Itu—itu kartu perpustakaannya.
Dan roti sobek yang kini dibungkus plastik, seperti barang kenangan.
Seluruh kelas langsung heboh.
“Eh itu roti? Jangan bilang—”
“Wah, wah, wah…”
“Renaaa~”
Arvan melangkah mendekat ke meja Rena.
“Ini punyamu, tadi jatuh.”
Rena menerima kartu dan roti itu dengan tangan gemetar. “Ma–makasih… dan maaf… lagi…”
Cowok itu tertawa kecil. “Aku nggak apa-apa kok. Tapi mulai sekarang, hati-hati kalau lari di koridor.”
Rena mengangguk cepat, wajah sudah seperti kepiting rebus.
Dita di sebelahnya sudah bersiap pingsan karena terlalu baper.
Saat Arvan hendak pergi, ia menambahkan dengan ringan,
“By the way, kamu lucu kalau panik.”
DEG.
Jantung Rena hampir lompat keluar kelas.
Begitu Arvan pergi, seluruh kelas langsung meledak:
“WOOOOOOO!”
“Renaaa~ lucu katanya!”
“Ciee cieeee!”
Rena ingin hilang dari dunia saat itu juga.
Namun di balik kegaduhan, ada satu hal yang membuat hatinya tidak bisa tenang:
kata-kata Arvan barusan.
Dan entah kenapa… sejak benturan memalukan itu, Rena merasa hidupnya bakal jadi jauh lebih ribut dari biasanya.
Comments (0)
Please log in to leave a comment.
No comments yet. Be the first to share your thoughts!