Chapter 1 - Benturan Pertama yang Memalukan
Suara bel pertama hari Senin selalu menjadi alarm paling menyebalkan bagi para siswa SMA Harapan Jaya, termasuk bagi gadis ceroboh bernama Rena Putri. Dengan rambut belum sepenuhnya rapi dan roti sobek di tangan, ia berlari secepat mungkin menuju kelas. Sudah jam masuk, dan Pak Budi terkenal tidak pernah memberi ampun pada yang datang terlambat.
Di tikungan koridor, Rena memacu langkah tanpa memperhatikan sekitar. Pada saat yang sama, seorang cowok tinggi dengan kemeja rapi, sepatu putih kinclong, dan headphone di lehernya berjalan santai sambil membaca jadwal pelajaran.
Dan dalam sepersekian detik—
BRUKKK!
Rena menabrak cowok itu cukup keras hingga roti yang ia pegang terlempar ke udara dan jatuh tepat… di kepala cowok tersebut.
“YA AMPUN!!!—Ma… maaf! Aduh, sumpah bukan sengaja!” Rena panik sambil mencoba menarik roti yang menempel seperti topi.
Cowok itu mengangkat wajah. Tatapan teduh, alis sedikit mengerut, dan ekspresi bingung campur geli.
“Kamu nggak apa-apa?” tanyanya.
Rena membeku.
Bukan karena sakit.
Tapi karena baru sadar: ini Arvan, siswa paling populer di sekolah, ketua tim basket, dan cowok yang sering bikin cewek-cewek teriak cuma karena lewat.
“Ak–aku? Aku nggak apa-apa! Tapi kamu—roti—kepala—uh—Aku pergi dulu!” Rena kabur secepat mungkin, meninggalkan Arvan yang masih memegang roti seperti barang bukti kejadian kriminal.
Arvan tersenyum kecil.
“Rena, ya?”
Ia memungut kartu perpustakaan yang jatuh saat gadis itu panik. Di kartu itu tertulis nama dan kelasnya.
“Hm… sepertinya kita bakal ketemu lagi.”
Bel kedua berbunyi.
Rena menatap meja sambil menutup wajah dengan buku, masih malu bukan main. Di saat yang sama, pintu kelas terbuka.
Dan berdiri di sana adalah Arvan.
Memegang kartu perpustakaan.
Dengan roti sobek di tangan.
Dan senyum yang entah kenapa... bikin jantung Rena deg-degan.
Comments (2)
Please log in to leave a comment.
Fadil
hahaha keknya cewe nya cewe kosong deh
Fadila Fitra Kusuma Jaya
Adminkeren