Saham · · 3 min read

Heboh Disebut Berkantor di Warung Kelontong, Emiten DADA Angkat Bicara

Heboh Disebut Berkantor di Warung Kelontong, Emiten DADA Angkat Bicara

PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menjadi sorotan publik setelah beredar unggahan di media sosial yang menunjukkan alamat kantor perusahaan tampak seperti deretan warung kelontong di Depok. Isu tersebut mendadak viral dan memancing banyak spekulasi, terutama dari kalangan investor pasar modal.

 

Viral di Media Sosial

 

Isu bermula dari penelusuran salah satu pengguna media sosial yang membuka Google Street View pada alamat kantor DADA, yaitu di Jalan Palakali, Kukusan, Beji, Depok. Tampilan lokasi itu menunjukkan bangunan sederhana yang menyerupai warung, sehingga memicu anggapan bahwa emiten properti tersebut tidak memiliki kantor yang layak.

 

Unggahan tersebut langsung menyebar luas dan menimbulkan pertanyaan mengenai kredibilitas perseroan, terlebih DADA belakangan ini sempat mencuri perhatian karena lonjakan harga saham akibat rumor akuisisi oleh investor global.

 

Manajemen DADA Luruskan Informasi

 

Merespons isu tersebut, manajemen DADA memberi klarifikasi resmi. Perusahaan menegaskan bahwa kantor pusat mereka bukan berada di warung kelontong, melainkan di unit komersial β€œDave Apartment Lantai GF” yang terletak di alamat yang sama.

 

Dave Apartment adalah proyek hunian yang dikembangkan langsung oleh DADA, sehingga penggunaan area komersial sebagai kantor operasional dianggap wajar. Pihak perusahaan juga menyebut terdapat plang nama perseroan yang terpasang di lokasi tersebut.

 

β€œKantor operasional kami berada pada area komersial, bukan warung seperti yang beredar di media sosial,” demikian pernyataan manajemen.

 

Tidak Pengaruhi Operasional dan Kinerja Saham

 

DADA menegaskan bahwa beredarnya informasi tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional perusahaan. Aktivitas usaha tetap berjalan normal, termasuk pengembangan proyek dan pelayanan kepada konsumen.

 

Sementara itu, saham DADA yang sempat ramai dibicarakan akibat sentimen rumor akuisisi, kini bergerak di kisaran harga Rp50 per saham. Pergerakan harga pada level tersebut dianggap wajar pasca periode spekulasi sebelumnya.

 

Pengamat Ingatkan Pentingnya Verifikasi Informasi

 

Viralnya isu ini menunjukkan betapa cepatnya informasi β€” benar maupun tidak β€” dapat memengaruhi persepsi investor. Pengamat pasar modal mengingatkan agar para investor selalu memverifikasi data sebelum membuat keputusan investasi.

 

Kasus DADA menjadi contoh bagaimana persepsi publik dapat terbentuk hanya dari cuplikan visual di internet, meski faktanya tidak sepenuhnya sesuai kondisi di lapangan.

Comments (1)

Please log in to leave a comment.

F

Fadila Fitra Kusuma Jaya

Admin Author

test

F

Written by Fadila Fitra Kusuma Jaya

Have a nice day!

Follow Author